Menu Content/Inhalt
Home arrow AD ART
KONGRES DAN PERTEMUAN PDF Print E-mail
Written by Setyo Pramono   
Wednesday, 07 July 2004

BAB IX. KONGRES DAN PERTEMUAN

Pasal 19.

KONGRES

 

1. Kongres terdiri atas :
  a. Kongres Nasional
  b. Kongres Nasional Luar Biasa.

2.

Kongres Nasional :
  a. Memegang kekuasaan tertinggi organisasi.
  b. Menetapkan dan atau mengubah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
  c. Menetapkan Program Umum organisasi.
  d. Menilai laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat.
  e. Memilih dan menetapkan Pengurus Pusat.
  f. Menetapkan tempat penyelenggaraan Kongres.
  g. Bersidang sedikitnya empat tahun sekali.

3.

Kongres Nasional Luar Biasa :
  a. Mempunyai wewenang atau kekuasaan yang sama dengan Kongres Nasional.
  b.

Diadakan oleh Pengurus Pusat atas permintaan 2/3 (duapertiga) jumlah cabang yang mewakili sekurang­kurangnya 1/2 (setengah) jumlah anggota.

  c. Diadakan apabila kelangsungan hidup organisasi dalam keadaan khusus.

 

Pasal 20

PERTEMUAN

1. Pertemuan terdiri atas :
  a. Seminar Ilmiah Nasional
  b. Rapat Anggota

2.

Seminar Ilmiah Nasional :
  a. Merupakan temu Ilmiah Nasional.
  b.

Diadakan satu kali dalam dua tahun, satu diantaranya diadakan bersama dengan Kongres Nasional.

  c. Tempat penyelenggaraannya diputuskan dalam kongres terakhir.

3.

Rapat Anggota :
  a. Diadakan untuk memilih pengurus organisasi.
  b. Rapat anggota untuk memilih Pengurus Cabang diadakan empat tahun sekali.
  c.

Rapat anggota untuk memilih Pengurus Komisariat diadakan 4 (empat) tahun sekali.

 

BAB X. KEKAYAAN
Pasal 21

Kekayaan atau harta benda organisasi diperoleh atas :

a. luran anggota.
b. Sumbangan atau hibah dan hasil usaha yang tidak mengikat.
 

BAB XI. PERUBAHAN ANGGARAN DASAR
Pasal 22


Kekuasaan untuk mengubah Anggaran Dasar ada pads Kongres Nasional Perhimpunan Biologi Indonesia, atas usul sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah cabang.
 

BAB XII. PEMBUBARAN
Pasal 23
 

Pembubaran organisasi hanya dapat dilakukan dalam suatu Kongres Nasional Luar Biasa, dan segala kekayaan organisasi setelah pembubaran organisasi diserahkan kepada Lembaga dan Instansi Ilmiah yang mempunyai tugas dan fungsi melaksanakan pengembangan Iptek bidang biologi.
 

BAB XII. PENUTUP
Pasal 24
 

Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga

 

ANGGARAN RUMAH TANGGA
PERHIMPUNAN BIOLOGI INDONESIA
BAB I. PENGURUS PUSAT

Pasal 1


Tata cara pemilihan dan penyusunan Pengurus Pusat dite­tapkan dalam Tata Tertib Kongres oleh Kongres Nasional Perhimpunan Biologi Indonesia.


Pasal 2

 

Susunan Pengurus Pusat terdiri atas :
a. Seorang Ketua Umum
b. Beberapa orang Ketua
c. Seorang Sekretaris Jenderal
d. Dua orang Sekretaris
e. Seorang Bendahara Umum
f. Seorang Wakil Bendahara
g.

Beberapa orang Ketua Bidang yang jumlah dan name bidangnya ditetapkan oleh Pengurus Pusat.

 

Pasal 3
 

Wewenang dan kewajiban Pengurus Pusat adalah :

a. Menentukan kebijaksanaan pelaksanaan keputusan Kongres.
b. Melaksanakan semua kebijaksanaan yang telah dite­tapkan.
c. Menetapkan rencana kerja jangka pendek, menengah dan jangka panjang.
d. Menetapkan peraturan organisasi.
e. Menetapkan dan mengesahkan Pengurus Cabang.
f.
Meningkatkan hubungan antara sesama organisasi Ilmiah di dalam maupun di luar negeri.
g. Mengelola penerbitan majalah dan buletin Perhimpunan Biologi Indonesia.
h. Menetapkan besamya iuran anggota.
i. Memberikan petunjuk, saran dan nasehat baik diminta maupun tidak kepada Pengurus Cabang dalam bidang pembinaan organisasi.
j. Menetapkan anggota kehormatan, anggota luar biasa dan penghargaan.
 

Pasal 4

 

a. Rapat Pengurus Pusat Lengkap sekurang-kurangnya diselenggarakan satu tahun sekali.
b.
Waktu dan tempat penyelenggaraan RapaUSidang Pengurus Pusat Lengkap ditentukan oleh Pengurus Pusat
 

Pasal 5
 

Yang dimaksud dengan Pimpinan Organisasi Tingkat Pusat adalah Ketua Umum dan Sekretariat Jenderal.

 

BAB II. PENGURUS CABANG
Pasal 6

 

a. Pengurus Cabang dipilih atau dibentuk dalam Rapat Anggota yang diselenggarakan khusus untuk keperluan tersebut.
b. Tata cara pemilihan dan penyusunan Pengurus Cabang ditetapkan dalam Rapat Anggota.
 

Pasal 7


Wewenang dan Kewajiban Pengurus Cabang adalah :

a. Memimpin Perhimpunan Biologi Indonesia Cabang guna mencapai tujuan-tujuan organisasi di wilayahnya.
b. Menentukan kebijaksanaan organisasi di wilayahnya.
c. Mengesahkan susunan personalia Pengurus Komisariat.
d.
Melaksanakan keputusan-keputusan Kongres yang menyangkut kepengurusan wilayahnya.
e. Melaksanakan kebijaksanaan yang telah ditetapkan oleh Pengurus Pusat.
f.
Melaksanakan keputusan-keputusan operasional yang telah disepakati dalam rapat anggota.
g.
Mempertanggung jawabkan kebijaksanaannya kepada Rapat Anggota dan Pengurus Pusat.
h. Menyampaikan laporan kegiatan organisasi kepada Pengurus Pusat.
 

Pasal 8

 

a. Rapat Anggota Cabang diselenggarakan sekurang­kurangnya empat tahun sekali.
b. Rapat Anggota Cabang dipimpin oleh Ketua atau Wakil Ketua Pengurus Cabang.
 

BAB III. PENGURUS KOMISARIAT
Pasal 9

 

a. Pengurus Komisariat dipilih dalam Rapat Anggota yang diselenggarakan khusus untuk keperluan tersebut
b. Tata cara pemilihan Pengurus Komisariat ditetapkan dalam Rapat Anggota.
 

Pasal 10


Wewenang dan kewajiban Pengurus Komisariat adalah :

a. Memimpin PBI Komisariat guna mencapai tujuan organisasi.
b. Melaksanakan keputusan dan ketetapan Pengurus Pusat dan Pengurus Cabang.
c. Menyampaikan laporan kegiatan organisasi kepada Pengurus Cabang.
d.
Mempertanggung jawabkan kepengurusannya kepada Rapat Anggota dan Pengurus Cabang.
 

BAB IV. KEANGGOTAAN ORGANISASI
Pasal 11

 

1.

Yang diterima menjadi anggota biasa harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :

  a. Menyatakan diri secara tertulis menjadi anggotal anggota muda Perhimpunan Biologi Indonesia.
  b. Menerima Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tang­ga, Program Umum Organisasi dan peraturan­peraturan organisasi
  c. Ditetapkan oleh Pengurus Cabang sesuai dengan peraturan organisasi.
  d. Sanggup aktif mengikuti kegiatan yang ditentukan oleh organisasi.
2.

Anggota Luar Biasa dan Anggota Kehormatan ditetap­kan dan disahkan oleh Pengurus Pusat sesuai dengan peraturan organisasi.

 

BAB V. KEWAJIBAN DAN HAK ANGGOTA
Pasal 12
 

Setiap Anggota biasa berkewajiban :

a. Menghayati dan mengamalkan Keputusan Kongres.
b. Mentaati dan melaksanakan semua keputusan organisasi.
c. Membantu Pimpinan dalam melaksanakan tugas organisasi.
d. Memperkokoh rasa setia kawan sesama anggota organisasi.
e. Membayar uang iuran.
 

Pasal 13
 

Setiap Anggota Biasa, Anggota Luar Biasa, Anggota Kehormatan berhak :

a. Memperoleh peraakuan yang sama dari organisasi.
b. Mengeluarkan pendapat, saran dan usul.
c.
Memperoleh perlindungan, pembelaan, peningkatan keilmuan dan bimbingan dari organisasi.
 

BAB VI. PEMBERHENTIAN KEANGGOTAAN
Pasal 14

 

1. Keanggotaan berhenti karena :
  a. Meninggal dunia
  b. Atas permintaan sendiri
  c. Diberhentikan
2.

Tata cara pemberhentian dalam keanggotaan diatur dalam peraturan organisasi.

Last Updated ( Tuesday, 06 November 2007 )
 
< Prev   Next >