Menu Content/Inhalt
Home arrow Berita arrow Latest arrow LOKAKARYA
LOKAKARYA PDF Print E-mail
 LOKAKARYA

“KEANEKARAGAMAN HAYATI  UNTUK PENCAPAIAN
MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS”

Penyelenggara:
Perhimpunan Biologi Indonesia bekerja sama
dengan Pusat Penelitian Biologi - LIPI

Keanekaragaman hayati merupakan sumber inspirasi terciptanya suatu teknologi untuk kesejahteraan masyarakat dan pusat dari semua sektor yang penting bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu dikenalnya Indonesia sebagai negara yang kaya dengan keanekaragaman hayatinya, akan menjadi kebanggaan semu, apabila Indonesia tidak memiliki kemampuan dalam mengelola secara arif untuk kepentingan masyarakat Indonesia khususnya, maupun dunia pada umumnya. Suatu pemanfaatan keanekaragaman hayati yang tak terkendali dan terlalu menekankan pada keuntungan jangka pendek adalah suatu tindakan yang mengarah pada penurunan kualitas hidup secara cepat.  Berhubung manusia tergantung dengan ekosistem alamiah untuk menyediakan makanan, perumahan, pakaian dan obat-obatan, oleh karena itu hilangnya suatu jenis sumberdaya hayati membuat kita selangkah lebih dekat pada kepunahan diri kita sendiri.

Pada tahun 2000 Indonesia bersama 189 negara lainnya dalam keanggotaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah bertekad untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan melalui Millenium Development Goal’s (MDGs), satu diantara delapan sasaran yang ingin dicapai pada tahun 2015 adalah terjaminnya keberlanjutan sumber daya alam dan lingkungan hidup. Agar sasaran MDGs bisa tercapai lebih cepat, maka pada  pertemuan  puncak mengenai Pembangunan Berkelanjutan (tahun 2002) yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa telah disepakati untuk lebih fokus dan  mengintegrasikan upaya-upaya pada bidang Air, Energi, Kesehatan, Pertanian dan Keanekaragaman Hayati (WEHAB= Water, Energy, Health, Agriculture, Biodiversity).  Salah satu faktor pemicu utama yang dapat menghambat pencapaian tujuan MDGs adalah perubahan iklim.  Laporan IPCC (International Panel on Climate Change) pada April 2007 tentang dampak, kerentanan, dan adaptasi pada perubahan iklim mengemukakan bahwa kurang lebih 20-30% tumbuhan dan hewan diperkirakan akan meningkat resiko kepunahannya jika kenaikan temperatur global rata-rata di atas 1,5 - 2,5 ºC.   

Dalam Kongres Ilmu Pengetahuan Indonesia IX (KIPNAS IX) yang akan diselenggarakan pada tanggal 20-22 November 2007, kelima bidang tersebut akan menjadi bidang yang dibahas secara mendalam. Agar Perhimpunan Biologi Indonesia  dapat berperan aktif dan dapat menyumbangkan pemikiran pada KIPNAS IX khususnya untuk bidang keanekaragaman hayati, maka Perhimpunan Biologi Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Biologi - LIPI bermaksud akan menyelenggarakan lokakarya “Keanekaragaman Hayati untuk Pencapaian Millenium Development Goals . Hasil lokakarya ini diharapkan adanya pemikiran dari para peserta lokakarya yang dapat  memberi masukan mengenai pengelolaan keanekaragaman hayati yang  dapat menjamin agar keanekaragaman hayati tidak hanya bertahan hidup tetapi meningkat ketika dimanfaatkan, sehingga membentuk dasar untuk pembangunan yang berkelanjutan.
 

TUJUAN

  1. Mengkaji kebijakan bidang keanekaragaman hayati.

  2. Mengkaji Iptek yang sudah dan perlu dilaksanakan dalam bidang keanekaragaman hayati untuk pencapaian Millenium Development Goals.

  3. Membahas keanekaragaman hayati berkaitan dengan air, energi, kesehatan dan pertanian/pangan.

HASIL YANG DIHARAPKAN

Sumbang pikir yang dirumuskan oleh Perhimpunan Biologi Indonesia yang akan disampaikan pada Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional (KIPNAS IX), agar pemerintah  lebih memunculkan pengarus-utamaan (mainstreaming) ilmu pengetahuan sebagai gerakan nasional untuk solusi menyelamatkan  keanekaragaman hayati untuk tercapainya sasaran MDGs dalam upaya mendukung pembangunan berkelanjutan.

TEMA

Keanekaragaman Hayati untuk Pencapaian Millenium Development Goals

WAKTU DAN TEMPAT

Kegiatan Lokakarya selama satu hari tentang “Keanekaragaman Hayati untuk Kehidupan Manusia”  merupakan kerjasama antara Pusat Penelitian Biologi-LIPI dengan Perhimpunan Biologi Indonesia yaitu pada tanggal 8 - 9 November 2007 di Gedung Widyasatwaloka, Pusat Penelitian Biologi – LIPI, Jl. Raya Jakarta-Bogor KM 46, Cibinong, Bogor 16911.

PESERTA

Lokakarya akan diikuti oleh para ilmuwan biologi,  pemerhati biologi/keanekaragaman hayati/lingkungan dan pengambil kebijakan.  Peserta terdiri dari pembicara utama, nara sumber, para peneliti dan ilmuwan terkait dengan topik lokakarya. Peserta  keseluruhan sekitar 100 orang.

DAFTAR ACARA 
Cibinong, 8 November 2007 

08:00 – 08:30:Pendaftaran Peserta
08:30 – 08.45:Pembukaan
  1. Sambutan Sekretaris Jenderal PBI
2. Sambutan dan Pembukaan oleh Ketua I PBI
08.45 – 09:30:Pembicara Utama: Prof.Dr. Rochadi Abdulhadi
09.30 – 10.00:Rehat Kopi
10.00 – 12.00:Sidang Kelompok (Paralel Kelompok I, II, dan III)
12:00 – 13:00:Ishoma
13:00 – 15:30:Sidang Kelompok (Paralel Kelompok I, II, dan III)
15.30 - 16.00:Rehat Kopi
16:00 – 16:45:Sidang pleno
16.45 – 17.00:Penutupan
   

KELOMPOK:

Kelompok I:

Kebijakan pengelolaan keanekaragaman hayati

Kelompok II:

Ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat untuk mempercepat penyelamatan keanekaragaman hayati dan meningkatkatkan ”value”  keanekaragaman hayati bermanfaat untuk

Kelompok III:

Lingkungan (hubungan antara keanekaragaman hayati dengan pemanasan global, air, energi dan kesehatan)

Setiap kelompok terdapat 1 (satu)  nara sumber dan akan mempresentasikan bahan untuk diskusi kelompok.

Last Updated ( Monday, 05 November 2007 )
 
< Prev   Next >